Teknologi Neurorestorasi
Modalitas berbasis bukti yang kami gunakan untuk mendukung pemulihan fungsi saraf.
QEEG (Quantitative EEG / Brain Mapping)
Perekaman dan analisis kuantitatif aktivitas listrik otak menggunakan 19–32 elektroda pada sistem 10-20 internasional, menghasilkan peta topografi pita frekuensi untuk panduan intervensi.
SelengkapnyaStimulasi Listrik Transkranial (tES)
Neuromodulasi non-invasif menggunakan arus listrik lemah (0,5–2 mA) yang diantarkan melalui elektroda permukaan kulit kepala untuk memodulasi eksitabilitas kortikal secara topi-spesifik.
SelengkapnyaFotobiomodulasi (PBM)
Aplikasi terapi cahaya merah dan inframerah-dekat (630–1070 nm) dosis rendah untuk memodulasi fungsi mitokondria, mengurangi neuroinflammasi, dan mendukung fungsi seluler otak dan jaringan saraf.
SelengkapnyaNeurofeedback
Bentuk operant conditioning berbasis EEG real-time yang melatih individu meregulasi pola gelombang otak tertentu melalui umpan balik visual atau auditori instan.
SelengkapnyaDry Needling
Teknik intervensi jarum halus (filiform needle) yang menarget titik picu miofasial (myofascial trigger points) untuk menghilangkan nyeri, memperbaiki rentang gerak, dan memodulasi tonus otot pada kondisi nyeri neuromuskular.
SelengkapnyaTerapi Virtual Reality
Penggunaan lingkungan imersif berbasis virtual reality (VR) untuk rehabilitasi motorik, latihan keseimbangan, dan rekondisi kognitif melalui tugas-tugas terstruktur berbasis feedback sensorimotorik.
Selengkapnya