Skip to main content
dr. Nyoman Artha Megayasa

Fotobiomodulasi (PBM)

Apa Ini?

Penjelasan Sederhana

Fotobiomodulasi (PBM), juga dikenal sebagai terapi cahaya tingkat rendah atau low-level laser therapy (LLLT), menggunakan cahaya merah atau inframerah-dekat dari lampu LED atau laser lemah untuk merangsang penyembuhan sel. Cahaya ini diserap oleh bagian kecil di dalam sel yang menghasilkan energi, membantu sel bekerja lebih baik dan mengurangi peradangan.

Prosedur ini tidak menyakitkan dan tidak menghasilkan panas yang terasa. Alat didekatkan ke area yang akan dirawat selama 5–20 menit. Tidak ada paparan radiasi berbahaya.

Penjelasan Teknis

PBM bekerja melalui penyerapan foton oleh kromofor primer sitokrom c oksidase (CCO/kompleks IV rantai pernapasan mitokondria) pada panjang gelombang 630–700 nm (merah) dan 800–1070 nm (inframerah-dekat). Absorbsi foton meningkatkan transfer elektron, produksi ATP, dan modulasi spesies oksigen reaktif (ROS) pada level subtoksik.

Secara sekunder, PBM menginduksi ekspresi faktor transkripsi NF-κB, meningkatkan sintesis NO (nitric oxide) melalui jalur fotodisosiasiasi, dan memodulasi respons inflamasi melalui downregulasi sitokin pro-inflamasi (IL-6, TNF-α). Pada jaringan saraf, terdapat bukti peningkatan ekspresi BDNF (brain-derived neurotrophic factor) dan perlindungan terhadap apoptosis neuron pasca-iskemia.

Cara Penggunaan di Praktek Kami

Di praktek kami, PBM diaplikasikan menggunakan panel LED medis atau probe laser kelas 3B dengan parameter dosis (fluence) yang dihitung secara individual berdasarkan kondisi klinis. Aplikasi dapat bersifat transkranial (menarget korteks) atau pada saraf perifer dan jaringan muskuloskeletal.

PBM sering dikombinasikan dengan modalitas lain seperti tES atau dry needling sebagai bagian dari protokol pemulihan terintegrasi, terutama pada kasus nyeri neuropatik, pemulihan pasca-stroke, atau gangguan fungsi kognitif.

Bukti Ilmiah

  1. Hamblin MR 2016, Photochem Photobiol — Shining light on the head: Photobiomodulation for brain disorders
  2. Hennessy M & Hamblin MR 2017, J Opt — Photobiomodulation and the brain: a new paradigm
  3. Salehpour F et al. 2018, Front Neurosci — Brain photobiomodulation therapy: a narrative review
  4. Nizamutdinov D & Hamblin MR 2021, Aging Dis — Photobiomodulation for neurological conditions

Pertanyaan Umum

Apakah fotobiomodulasi aman untuk semua orang?
Umumnya sangat aman. Terdapat beberapa kontraindikasi relatif seperti kehamilan, area di atas implan elektronik aktif, atau lesi yang dicurigai ganas — yang akan dinilai dalam konsultasi sebelum terapi.
Berapa banyak sesi yang diperlukan?
Tergantung kondisi. Banyak pasien merasakan perbaikan setelah 4–8 sesi. Program umumnya 2–3 kali per minggu selama 2–4 minggu.
Apakah terapi ini menggunakan sinar laser berbahaya?
Tidak. PBM menggunakan laser kelas 3B atau LED medis berenergi rendah. Intensitasnya jauh di bawah ambang yang dapat merusak jaringan.

Ingin mengetahui apakah modalitas ini sesuai untuk kondisi Anda?